Senin, 09 Mei 2011

Angka Kematian Bayi di Indonesia Berdasarkan Tingkat pendidikan ibu

Kematian bayi adalah kematian yang terjadi antara saat setelah bayi lahir sampai bayi belum berusia tepat satu tahun. Banyak faktor yang dikaitkan dengan kematian bayi. Secara garis besar, dari sisi penyebabnya, kematian bayi ada dua macam yaitu endogen dan eksogen.
Kematian bayi endogen atau yang umum disebut dengan kematian neonatal adalah kematian bayi yang terjadi pada bulan pertama setelah dilahirkan, dan umumnya disebabkan oleh faktor-faktor yang dibawa anak sejak lahir, yang diperoleh dari orang tuanya pada saat konsepsi atau didapat selama kehamilan.
Kematian bayi eksogen atau kematian post neo-natal, adalah kematian bayi yang terjadi setelah usia satu bulan sampai menjelang usia satu tahun yang disebabkan oleh faktor-faktor yang bertalian dengan pengaruh lingkungan luar.

Kegunaan Angka Kematian Bayi dan Balita
Angka Kematian Bayi menggambarkan keadaan sosial ekonomi masyarakat dimana angka kematian itu dihitung. Kegunaan Angka Kematian Bayi untuk pengembangan perencanaan berbeda antara kematian neo-natal dan kematian bayi yang lain. Karena kematian neo-natal disebabkan oleh faktor endogen yang berhubungan dengan kehamilan maka program-program untuk mengurangi angka kematian neo-natal adalah yang bersangkutan dengan program pelayanan kesehatan Ibu hamil, misalnya program pemberian pil besi dan suntikan anti tetanus.
Sedangkan Angka Kematian Post-NeoNatal dan Angka Kematian Anak serta Kematian Balita dapat berguna untuk mengembangkan program imunisasi, serta program-program pencegahan penyakit menular terutama pada anak-anak, program penerangan tentang gisi dan pemberian makanan sehat untuk anak dibawah usia 5 tahun.

Definisi
Angka Kematian Bayi (AKB) adalah banyaknya kematian bayi berusia dibawah satu tahun, per 1000 kelahiran hidup pada satu tahun tertentu.

Ada Beberapa penyebab mengenai kematian bayi di Indonesia antara lain :
1. Rendahnya pendapatan
2. Minimnya Teknologi
3. Kriminalitas
4. Penyakit
5. Kurangnya Kesadaran akan gizi
6. Dan Tingkat Pendidikan seorang ibu

Disini selanjutnya saya akan membahas tentang penyebab kematian bayi di Indonesia berdasarkan tingkat pendidikan seorang ibu.
Disini saya akan menyajikan sebuah table yang berisi persentase angka kematian bayi beberapa kabupaten di Indonesia Tahun 2002, 2003, 2004


Tabel 2. AKB menurut Propinsi dan Kabupaten, tahun 2002, Sumber: Susenas 2003 dan 2004 (BPS dan UNFPA, 2005)
Propinsi/Kabupaten AKB Laki-laki AKB perempuan
Sumatera Selatan 44,59 33,45
Kab. OKI 49,48 37,12
Kota Palembang 26,68 20,02
Jawa Barat 52,00 39,01
Kuningan 53,71 40,29
Kota Bandung 26,28 19,72
NTT 56,00 42,01
Flores Timur 53,14 39,86
Timor Tengah Utara 57,14 42,87



Keterangan dari data diatas adalah diantara 1000 kelahiran hidup ada sekian persen bayi yang meninggal sebelum usia tepat 1 tahun.

Dapat kita lihat disini pada kabupaten yang terletak agak jauh dari kota besar atau bisa dibilang kabupaten kecil dilihat dari pesat atau tidaknya perkembangan Kabupaten tersebut,, terlihat angka kematian bayi yang cukup besar persentasenya , misalnya saja pada kabupaten NTT yang tingkat buta hurufnya masih cukup tinggi dan tingkat pendidikan masyarakatnya masih banyak yang tertinggal karena letak geografis serta faktor lainnya, hal ini menunjukan tingkat pendidikan ibu sangat mempengaruhi kesehatan dan tingkat keselamatan janin yang dikandungnya dan bayi yang dilahirkannnya.

dikutip dari :
www.datastatistik-indonesia.com/content/view/420/420/
pada tanggal 1 mei 2011
pukul 20.13 WIB

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar